8 Februari 2010, 14:26
Massa Propemerintah Sesaki Banda Aceh
* Irwandi: Mereka Massa Pendukung Pemerintah Aceh
Aksi damai
Massa dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh, sejak sore kemarin menyesaki Kota Banda Aceh. Foto ini direkam di Asrama Haji Banda Aceh, tadi malam yang menjadi salah satu titik konsentrasi massa. Hari ini, mereka dijadwalkan melakukan aksi damai di Kantor Gubernur Aceh dan Gedung DPRA untuk mendukung pemerintahan Aceh di bawah pimpinan Irwandi Yusuf. SERAMBI/BUDI FATRIA
Sejak siang kemarin, banyak warga asal Banda Aceh yang sedang dalam perjalanan ke arah Medan melaporkan tentang adanya pergerakan kendaraan pengangkut massa tujuan ke utara (Banda Aceh). Bahkan, sekitar pukul 19.30 WIB tadi malam, seorang relawan RAPI Kota Banda Aceh, Armia (JZ 01 BHV) menginformasikan terjadinya kemacetan di sejumlah titik di lintas Seulawah, Aceh Besar. “Gelombang massa terus mengarah ke Banda Aceh hingga pukul 21.00 WIB,” lapornya.
Di Kota Banda Aceh, sejak sore tercatat setidaknya enam titik konsentrasi massa, yaitu kompleks Masjid Kupiah Meukutop dan eks Terminal Setui, kompleks gedung Arsip, Kantor Gubernur, Asrama Haji, dan Taman Ratu Safiatuddin. Namun, pada pukul 22.45 WIB, menurut laporan dari seorang relawan RAPI lainnya, Riza Iskandar (JZ 01 BZZ), massa yang sebelumnya tersebar di sejumlah titik diarahkan ke dua titik konsentrasi utama, yaitu Taman Ratu Safiatuddin (untuk laki-laki) dan Asrama Haji (perempuan). “Massa tampak sangat terkoordinir,” lapor Riza Iskandar yang bersama anggotanya mengerahkan satu unit stasiun bergerak untuk misi pemantauan dan siaga bankom (bantuan komunikasi). “Menjelang tengah malam, tak terlihat lagi yang keluar-masuk di Asrama Haji. Pintu gerbang dijaga ketat,” kata Riza Iskandar.
Untuk aksi damai
Wartawan Serambi di Banda Aceh, sejak siang kemarin hingga tadi malam terus menelusuri asal massa dan misi mereka ke Banda Aceh. Menurut informasi, massa yang menyesaki Banda Aceh sejak sore kemarin berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Misi mereka untuk menggelar aksi damai yang dijadwalkan hari ini, Senin (8/2), bertepatan tiga tahun kepemimpinan Irwandi Yusuf.
Seorang ibu yang ditemui di Asrama Haji Banda Aceh mengungkapkan, salah satu faktor yang memotivasi dirinya ikut ke Banda Aceh adalah untuk memberikan dukungan moral kepada Irwandi-Nazar yang selama ini sering dilecehkan oleh aksi-aksi demo yang dilakukan kelompok-kelompok kecil. Informasi lainnya menyebutkan, aksi damai yang digelar hari ini dipusatkan di Kantor Gubernur Aceh dan Gedung DPRA.
Surprise untuk Irwandi
Koordinator Aksi, Masyitah yang ditanyai Serambi di Asrama Haji tadi malam belum bersedia memberikan konfirmasi menyangkut aksi massa ke Banda Aceh. Dia hanya menyebutkan massa dikoordinir oleh Komunitas Perempuan Aceh yang datang dari berbagai kabupaten/kota di provinsi ini. Menurutnya, mereka akan menggelar aksi damai di Kantor Gubernur dan Gedung DPRA, bertepatan tiga tahun Pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi.
“Keterangan tidak usah sekarang, besok saja sekalian. Kami ingin memberikan surprise untuk Pak Irwandi yang telah tiga tahun memimpin Aceh,” kata Masyitah tanpa menyebut apa bentuk surprise atau kejutan tersebut. Masyitah tampak sangat hati-hati memberi keterangan kepada pers. Bahkan, tak lama kemudian, melalui pengeras suara, Masyitah menyampaikan pengumuman kepada warga yang telah berkumpul agar mewaspadai penyusupan provokator. “Koordinator lapangan adalah saya, jika ada wartawan yang bertanya tentang maksud kedatangan kita, suruh tanyakan saja pada saya,” tandas Masyitah.
Umumnya Bireuen
Berdasarkan penelusuran Serambi secara acak hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, ada 10 warga yang bergabung dalam kelompok massa tersebut yang mengaku dari Kabupaten Bireuen. Mereka mengaku diajak ke Banda Aceh untuk memberi dukungan kepada Gubernur Irwandi. “Kami ikut saja untuk meramaikan. Apalagi mobil gratis, selama di Banda Aceh juga dijanjikan diberi makan gratis,” ungkap seorang laki-laki yang mengaku dari Kecamatan Juli, Kabupeten Bireuen.
Karangan bunga
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 23.45 WIB tadi malam, tidak ada laporan terjadinya insiden di Kota Banda Aceh terkait dengan semakin ramainya massa yang menyesaki ibu kota provinsi. Sejumlah ruas jalan protokol, terutama arah ke Darussalam yang sempat macet sejak sore, namun menjelang tengah malam sudah normal. Kendaraan pengangkut massa terlihat berjejer diparkir di kiri-kanan jalan mulai dari Asrama Haji hingga Simpang Taman Ratu Safiatuddin, bahkan ada yang di kiri-kanan Jalan TP Nyak Makam. Polisi terlihat tetap siaga mengamankan ruas jalan dari kemacetan.
Di depan Kantor Gubernur Aceh, tanda-tanda akan adanya aksi dan kesiapan menyambut peringatan tiga tahun kepemimpinan Irwandi terlihat antara lain dari pajangan empat karangan bunga. Keempat karangan bunga tersebut tercatat dari Perempuan Aceh, Darma Wanita Aceh, Yayasan Aneuk Nanggroe, dan Tim Tapol dan Napol Aceh. Di karangan bunga tertulis; Selamat ulang tahun ke-3 Pemerintah Aceh di bawah pimpinan Gubernur Irwandi, lanjutkan pembangunan dan perdamaian Aceh’.
Di tempat yang lain, yaitu di bagian atas dekat pintu ke luar Kantor Gubernur Aceh, ada billboard yang menampilkan foto Irwandi bersama istrinya, Darwati A Gani sedang makan sahur bersama di sebuah rumah keluarga miskin di Aceh Besar. Di samping foto itu dituliskan kalimat; Selamat ulang tahun ke-3 Pemerintah Aceh (8 Februari 2010) di bawah pimpinan Gubernur Irwandi. Bila ada pihak-pihak yang mengacaukan perdamaian Aceh berhadapan dengan rakyat Aceh.
Massa dari Nagan
Sementara itu, Ketua Barisan Pemuda Aceh (BPA) Nagan Raya, Wan DP, mengatakan, jumlah massa dari daerah itu yang sudah berangkat ke Banda Aceh sebanyak 1.050 orang. Rinciannya, 600 orang dari kalangan masyarakat biasa dan 450 orang dari kelompok inong balee. “Mereka akan bergabung dengan ribuan massa lainnya dari seluruh Aceh untuk menyatakan dukungannya pada pemerintahan Irwandi-Nazar,” katanya kepada Serambi melalui telepon, Minggu (7/1) malam.
Wan DP didampingi Sekjen BPA Nagan Raya, Agus (Cut Ngoh), lebih lanjut mengatakan, massa dari Nagan Raya tersebut dikoordinir oleh Tgk M Saleh. Massa dari pesisir barat Aceh ini menuju ke Banda Aceh dengan mobil-mobil carteran, L-300, truk barang, dan mobil-mobil pribadi. “Mereka berangkat dalam beberapa gelombang, melalui jalur Geumpang dan sebagian melalui lintas Calang-Banda Aceh,” katanya.
Menurut Wan DP, selama tiga tahun pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Irwandi Yusuf dan Wagub Muhammad Nazar, sejumlah hasil pembangunan sudah dapat dirasakan oleh masyarakat. Di antaranya, kondisi keamanan sudah relatif lebih kondusif. “Demikian pula berbagai kerusakan infrastruktur yang disebabkan bencana tsunami, kini sudah dibangun kembali,” ujar Wan DP.
Karena itu, sebut Ketua BPA Nagan Raya tersebut, berbagai komponen dan elemen masyarakat diharapkan terus dapat memberikan dukungannya kepada Irwandi-Nazar, sehingga cita-cita mewujudkan kemakmuran bagi segenap masyarakat Aceh dapat tercapai dengan baik. “Jadi, dalam aksi ini, nantinya, kita juga akan berdoa kepada keduanya agar mereka terus diberikan kekuatan untuk membangun daerah ini,” katanya. Dia juga mengharapkan agar aksi peringatan tiga tahun pemerintahan Irwandi-Nazar, yang dijadwalkan Senin (8/2) hari ini, berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
Dukung pemerintah Aceh
Irwandi Yusuf yang dihubungi Serambi tadi malam mengaku sedang berada di Medan. Ketika dimintai tanggapannya terhadap adanya pergerakan massa ke Banda Aceh dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Irwandi menyatakan tidak tahu persis apa tujuan mereka datang berbondong-bondong ke Banda Aceh. Cuma ia mengaku dapat laporan dari beberapa kalangan bahwa massa dari Bireuen, Pidie, bahkan Nagan Raya sedang bergerak ke Banda Aceh.
“Yang saya dengar, ada massa yang pro saya, tapi ada juga massa dari pihak lain,” ujar Irwandi yang hari ini, 8 Februari 2010, genap tiga tahun memimpin Aceh bersama Wagub Muhammad Nazar. Ketika didesak apakah massa yang ramai itu sebagai massanya, Irwandi berucap, “Itu bukan massa saya, tapi massa pendukung Pemerintah Aceh.”
Ia berharap, aksi massa yang kabarnya berpuncak hari ini bisa berjalan damai, tidak anarkis. “Jangan sampai ada ekses yang merugikan keamanan dan ketenteraman masyarakat. Jangan sampai ada pot bunga atau lampu jalan yang pecah,” kata Irwandi. Meski massa pendukung pemerintahannya ramai mendatangi Banda Aceh sejak kemarin, tapi Irwandi belum bisa memastikan apakah hari ini, saat usia kepemimpinannya genap tiga tahun, bisa berada di Banda Aceh. “Belum pasti saya pulang ke Banda Aceh besok (hari ini -red), sebab tanggal 9 saya sudah harus berada di Jakarta. Ada pertemuan penting,” kata Irwandi melalui telepon tadi malam.(sal/nas/ask/dik)
Baca Juga :
Nyak-nyak Akan Pertanyakan Dana Bantuan ke Gubernur
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.